Sunday, July 7, 2019

Penyanyi Lagu Demo Evaluasi Konsep di Mnet Produce48 dan Producex101

Cerita dimulai ketika aku mendengarkan lagu Evaluasi konsep di producex101 versi demo. Karena lama menunggu waktu 1 minggu untuk penampilan panggung para kontestan, otomatis aku harus memutar terus lagu lagu tersebut. Kenapa? biar nggak rindu. Cielah, receh amat. Serius, selama satu minggu sambil nunggu jumat, aku muter lagu lagu producex101 versi demo terus.
Mulailah aku jatuh hati pada beberapa lagu di antara 5 lagu konsep evaluasi. Sampai terngiang-ngiang terus, tau gak si? Masak iya, pas dijalan tiba tiba aku kayak denger lagunya. Terus pas dikamar mandi, aku jejingkrakan sambil nyanyi lagunya. Parah deh, aku halu banget.
Ketika jumat malam datang, sudah aku siapkan amunisi buat streamingan. Tapi aku sebel dah, masak Dedek Yunseong screentime nya dikit banget. Padahal aku bela belain buat streamingan cuma pengen nonton keganasan dan kebringasan dia aja.
Kembali ke topik. Setelah mengamati 5 penampilan dari grup, aku merasa beberapa lagu demo justru memberikan energi yang lebih kuat dibanding dengan lagu yang dibawakan kontestan. Sebenarnya ini masalah selera si, dan kebetulan seleraku lebih condong ke yang versi demo.
Lagu lagu tersebut adalah (Oh ya, saya juga menyertakan lagu Produce48 karena saya juga mengikuti program itu, dan saya merasakan hal yang sama pada beberapa lagu di konsep evaluasi PDx101):

U GOT IT
Source Pic: Mnet_Produce_X_101
lagu ini sedang hot banget. Berhari-hari trending di nomer 1 Naver. Waktu pertama lagu ini dirilis pun, sudah nangkring di top 10 situs musik digital. Keren gak tuh. Ditambah, lagu ini memang diisi oleh para trainee papan atas yang fansnya bejibun. Tapi lagu ini pula yang buat aku sedih gegara Yunseong cuma dapet sedikit screen time. Ah, sudahlah. Tapi bukan karena Yunseong yang dapat sedikit screentime terus aku lebih memilih versi demo lagu ini ya. Tapi sekali lagi, ini masalah selera. Kalaupun Yunseong di sini dapat banyak screentime yang pada akhirnya gak membuat aku kecewa, aku tetap lebih suka versi demonya.
Kenapa? penampilan mereka bagus lho. Yes, penampilan mereka memang bagus. Panas banget. Sepanas penampilan seksinya Han Seungwoo. Tapi jika mengabaikan visualisasi, hanya fokus pada musik dan suaranya. Aku lebih suka versi demo.
Versi demo lagu ini dinyanyikan oleh beberapa anggota dari Monsta X. Ki Hyun, IM, Joheon, Wonho, Shownu. Ketika mereka menyanyikan lagu ini, karakter suara dari tiap membernya benar-benar strong. Tiap part punya penekanan yang memberikan kesan tersendiri. Contohnya ketika partnya Shownu. Aku suka sekali terutama bagian reff karena dia memberikan penekanan pada bagian tertentu yang membuat lagu ini semakin manly. Kemudian part Rapp IM dan Joheon yang sangar sekali. Aku suka tone suara mereka, meskipun berbeda deepnya tapi ketika mereka menyanyi bersama, itu terdengar seperti satu tone suara. Uh, gak kebayang kalau mereka nyanyiin lagu ini secara live. Keren banget pasti.
Nah, karena kesan yang terlalu kuat ini sehingga membuatku sulit menghilangkan bayang bayangnya. Makanya pas aku dengerin anak PDx101 yang nyanyi, aku merasa ada yang kurang. Memang si suara mereka bagus. Tapi manlynya kurang dapat. Rapp dan Vokalnya kurang sekuat Monsta X. Tapi ini sekali lagu masalah selera. Kalau kalian tipe orang yang lebih suka suara yang lembut, highnotenya clear, ya lagu versi kelompok GOT U (nama grup anak PDX101 yang menyanyikan lagu U Got It) ya pasti kalian akan lebih suka.

Pretty Girl
Source Pic: Mnet_Produce_X_101
Nah, ini aku sudah kesemsem dengan suara main vocalnya. Pas dia nyanyi bagian reff nya aku merasa karakter suaranya memang cocok untuk dia. Terus aku cari kan siapa penyanyinya. Ternyata penyanyinya grup Rookie ONEUS. Aku baru tahu si. Serius deh, lama vakum  dari bucin kpop soalnya. Aku suka banget sama tone suaranya, dan memang suaranya cocok banget untuk tipe lagu RnB pop macam gini. Terus aku cari lagu lagu Oneus kan, gegara aku ketagihan sama suara main vocalnya. Terus aku merasa hilang arah gitu. Ternyata konsep ONEUS bukan seperti konsep pretty girl. Lagunya lebih banyak ala ala vampire gitu. Alhasil tone suara main vokal seperti yang aku harapkan di lagu Pretty girl gak muncul. Kan sedih. Lagu ONEUS lebih banyak part Rappnya. Padahal tuh main vocal suaranya nyegerin banget lho. Serius.
Lalu bagaimana dengan lagu versi anak PDX101. Bagus. Malah aku juga suka dan membuatku terngiang ngiang. Terutama partnya Minhee. Ih gak nyangka, dia bisa jadi main vokal juga. Tapi walaupun bagus, sekali lagi kesan pertama membuatku tak bisa beralih. Ini masalah selera ya.

To Reach You (PD48)
Source pic: Twitter Girl Group Zone!
Yah pertama dengar lagu versi demonya aku langsung suka pada tone suara penyanyinya. Ada sengau sengaunya gitu. Aku kira itu Sakura lho yang nyanyi. Sengaunya mirip soalnya. Ternyata setelah aku cari, penyanyinya adalah Riso. Aku kurang tau Riso itu siapa, yang jelas aku suka sama karakter suaranya. Suaranya mengingatkanku pada suara Yeeun Ex Wondergirls yang juga memiliki karakter suara sengau.
Ketika tim To Reach You muncul, aku kehilangan kesengauan dibagian high note sebelum reff. Padahal itu bagian vital menurutku. Alhasil, ketika aku mendengarkan lagunya, lagunya terasa hambar. Kurang ada klimaksnya. Bahkan highnote diakhir lagu juga kurang klimaks menurutku. Tapi sekali lagi ini hanya selera.
Semua penampilan tim di atas sebenarnya bagus. Hanya saja beberapa orang kadang sudah mempunyai kesan terlebih dahulu dengan lagu demonya. Pasti kalau aku mendengarkan lagu versi anak anak PD dulu, aku juga akan suka dan memberi kesan juga. Tapi beberapa lagu, justru suka yang versi anak anak PDnya diantaranya lagu MOVE. Serius deh. Vokal, Rapp, dance dan facial expresion mereka kuat banget. Keren.
Demikianlah, ini hanya sekedar sharing. Beberapa dari kalian mungkin tidak sama dengan selera saya. Jangan war ya, kita sharing aja.

Friday, July 5, 2019

Para Anak Sultan dari Woollim: Jaehyun, Bomin, Chaewon, Yunseong, Dongyun

Ok, aku adalah Woollim stan generasi dedengkot. Kenapa? karena aku sudah suka Woollim sejak zaman INFINITE masih rookie, sampai akhirnya mereka jadi Boygrup Global dan di akui oleh Mnet Asian Music Awards.
Sejak zaman Woollim masih agensi kecil, aku udah pantengin para artisnya. Kadang ngenes pas liat dorm INFINITE awal debut. Kecil dan berantakan karena banyaknya barang yang tak sebanding dg luasnya dorm. Tapi perlahan-lahan Woollim mulai meningkat, sampai akhirnya punya kantor baru. Yah, kalian pasti sudah sering liat gedung baru Woollim. Walaupun gedungnya tidak sebesar gedung agensi dari Big 3 (YG, SM, JYP), tapi sudah cukup bagus.
Awal perjalanan, kebanyakan artis Woollim berasal dari kalangan biasa. Ada yang berasal dari keluarga guru, ada juga yang berasal dari keluarga pemilik restoran. Lha, itu mah namanya orang berada kali ya? Jangan bandingin di sini dan di sana. Di Indonesia, anak anak dari keluarga seperti itu termasuk golongan orang berada, namun karena standar hidup di Korea itu tinggi jadi di Korea mereka termasuk golongan biasa. Tapi, sebiasa biasanya mereka tetap aja duitnya banyak. La iya, orang masukin anaknya ke akademi musik atau akademi tari itu kan butuh uang banyak. Ya nggak?
Di generasi selanjutnya, setelah INFINITE muncullah para hoobaenya. Pertama muncul Lovelyz. Aku tidak tau secara pasti apakah di antara anak anak Lovelyz ada yang termasuk anak sultan. Tapi konon katanya, Kei berasal dari keluarga kaya. Kalau dipantengin juga, dibandingkan dengan rekan rekan segrupnya Fashion Closet Kei cenderung lebih mahal. Beberapa kali Kei pernah terlihat memakai brand brand terkenal yang harganya sampai puluhan juta. Terus Sujeong, ini aku blm pernah dengar kabarnya si. Tapi Sujeong sekolah di SOPA, di mana sekolah itu memiliki biaya yang mahal. Seragamnya aja mahal gaes.
Source pic: ig @lovelyznfashion
Tuh liat closetnya Kei. Yalord, itu yang dipakai uang semua lho gaes. Uang. Sekali lagi, uang. Dalam sekali pakai, jika ditotal hampir mencapai 100jt. Ommo. Idup gini amat yak. Gue boro boro pakai pakaian harga segituan. Buat bayar SPP kuliah aja musti nabung dulu selama 6 bulan. Udah gitu kalau gak nyukup musti ngemis sama emak.
Lanjut ke generasi berikutnya yaitu Golden Child. Yang paling sering aku dengar si anak sultan di Golden Child itu Jaehyun dan Bomin. Jaehyun katanya dia pernah tinggal di Amerika dan punya rumah di sana. Kalau Bomin aku gak tau si kekayaannya bagaimana, tapi dari tampang si emang kaya pangeran pewaris tahta gitu. Eh, kalau keliru tolong benerin ya? Aku dapet info dari semilir angin soalnya.

Source pic: ig @gncd_clothes
Tuh liat, kaosnya Bomin. Itu kaos gaes. Barang sepotong doang harganya 8 juta. Gue kalau beli kaos, belinya yang obral dibawah 50rb. Itupun kalau belum lecek, masih gue pakai terus. Kalau si Bongjae walau masih rookie tapi penampilannya stylist banget ya.
Meski baru 3 grup yang didebutkan namun beberapa trainee Woollim juga sedang naik daun saat ini. Mereka mengikuti program survival di Mnet. Di antara yang berhasil debut adalah Kwon Eunbi dan Kim Chaewon bersama Iz*one. Konon katanya Chaewon anak sultan gaes. Pantes ya, auranya kaya princess gitu. Katanya dia tinggal di daerah perumahan Gangnam. Fyi, Gangnam adalah kawasan perumahan elit di Korea. Harga tanahnya aja mahal banget di sana. Terus Chaewon pernah terlihat sedang shopping bersama member lain di Gangnam juga. Yeokshi, anak sultan bingung abisin duit, dia kayaknya traktir temen temennya. Haha.
Generasi baru baru ini muncul lagi anak sultan dari Woollim yaitu trainee Kim Dongyun dan Hwang Yunseong. Konon katanya Kim Dongyun juga tinggal di daerah Gangnam juga. Gue curiga nih, jangan jangan ni anak saudaraan sama Chaewon, jangan jangan tetanggaan juga.
Terakhir, anak Sultan, pangeran pewaris tahta adalah Hwang petite Yunseong. Dia tinggal di kawasan elit juga. Dan yang paling menggila meski ia masih trainee tapi barangnya branded semua dan harganya mahal mahal. Dia memakai setelan jas yang harganya sampae 40an juta. Terus dia juga pernah pakai jaket yg cuma ada 14 potong di dunia. Waow. Handphone juga iphone 8 yg limited edition. Gak bisa kebayang sekaya apa dia. Terus hebatnya tiap barang yang dia pakai seringnya langsung sold out. The next prince of CF kayaknya. Belum debut aja powernya udah gitu. Ah bahagia sekali hidupmu nak. Udah ganteng, jago ngedance, kaya lagi.
source pic: twitter @yunseong_closet
Tuh liat! Dia baru trainee lho. Tapi udah pakai setelan jas seharga 3jt Won. Kalau di konversi ke rupiah kira kira sampai 40 jtan. Bukan hanya itu. Sebenarnya banyak barang2 mewah yang dipakai si Yunseong ini. Selebihnya kalian bisa cek di twitter @yunseong_closet.
Itu dia sekilas artikel dari saya. Saya rangkum materi ini dari beberapa fansite artis tersebut, terutamanya dengan melihat fansite yg menampilkan harga closet mereka. Kalau kurang akurat mohon bisa saling perbaiki. Silahkan bisa dikomen

Sunday, June 30, 2019

Mini Review MV (G)i-dle Uh Oh

Penulis receh kembali lagi,
Kali ini gue bakal ngasih review dari girlgrup yang seangkatan sama gue saat jadi trainee di Cube Entertainment. Becanda. Grup se-labelmate dengan CLC ini yaitu (g)i-dle comeback dengan lagu Uh Oh. Sebelumnya grup ini merilis lagu Senorita dengan nuansa ala spanyol.
source pic: readlirik.blogspot.com
Dilagu ini grup ini mengusung konsep retro. Pas teasernya dirilis, auto jiwa fangirl ku menggeliat. Gue udah kayak paranormal aja sampai gue nebak nebak kalau lagu ini bakal sukses besar karena lagu ini kayaknya bikin addicted banget.
Demi apa coba ya, kayaknya aku bloon banget. Aku baru sadar coba, kalau teaser dan MV itu proses syutingnya nggak sekali jalan. Dulunya aku taunya teaser itu cuma ambil potongan potongan dari MV, kemudian di edit gitu. Tapi lewat teaser dari (g)i-dle ini aku baru sadar kalau itu bukan diambil dari remahan MVnya. Tapi melalui proses syuting sendiri khusus untuk teaser. Karena aku menemukan ada perbedaan antara teaser dan MVnya. Terutamanya ketika setiap member mengucapkan Uh Oh diakhir teaser. Karena di MV, tidak semua member mengucapkan Uh Oh.
Seperti biasa dong Rapp Soyeon mendominasi di sini. Tapi sumpah ya, Soyeon emang girlcrush banget. Apalagi sekarang dia potong rambut pendek dengan cat warna blonde. Seriusan deh, girlcrush banget. Saat dia ngerapp liatkan aura karismatiknya keluar ke mana mana. Gue jamin kalau Soyeon debut solo bakal mantul deh dia.
Di sini yang kebagian part Reff bukan Miyeon ya. Meskipun dilagu lagu sebelumnya seringnya Miyeon, namun dilagu ini Minnie yang kebagian nyanyiin part Reff. Yah, gantian lah ya. Sumpah mbak Miyeon cantiknya bikin iri yah. Meski fashion yang digunakan di MV kali ini kebanyakan street fashion yang bajunya pada tomboy terus kedodoran gitu, tapi feminimnya mbak Miyeon masih tetap terasa. Bahkan kulit putihnya bersinar kemana-mana gaes. Aduh, pengen deh kayak gitu, pakai apa mbak?
Part Reffnya asik, yang nyanyi si Minnie temannya Mickey, eh bukan ya. Maap receh. Seriusan aku ngefans suaranya Minnie. Ternyata oh baru kusadari selama ini, kalau suaranya Minnie itu unik banget. Dan aku tipe orang yang suka suara unik. Good Job dah mbak Minnie. Minnie sekarang pakai poni lho, terus dandannya agak bold. Pas tampil di musik show itu dia pakai lipstik keunguan gitu, terus kulitnya dibikin agak tann. Ih, eksotis banget dah.
Terus yah yang cukup membuat bangga si kembaranku, neng Shuhua. Seriusan, cantiknya makin nyaingin gue. Terhempaslah gue. Hehe. Sekarang dia makin percaya diri. Dancenya mengalami peningkatan, dapet line nyanyi lebih banyak juga. Ya Ampun aku ikut seneng neng. Kembaranku, sini aku peluk. Tapi yah, dia tetap dengan muka dinginnya. Pantes dia jadi visual yah, cantiknya itu tipe cantik yang mahal.
Terus dancernya grup ini dong nona Soojin yang sukses memanjakan mata dengan goyang patah patahnya. Gila nih dia ngedancenya makin bagus aja. Suaranya juga makin seksi. Kalau liat dia jadi keingat Hyuna gaes. Seksinya satu vibe. Maklumnya dulu pernah jadi labelmate, dan nggak menutup kemungkinan kalau Hyuna pernah mengajari grup ini.
Eh si Yuqi suaranya makin boyish ya. Meski sudah berekspresi ala girlcrush tapi si Yuqi tetep keliatan imut. Bawaannya kalau liat dia pengen ketawa bahagia. Charming happynya dia emang gak bisa dihilangkan dari wajahnya. Yuqi dapat line nyanyi lumayan banyak di sini.
Oke, sekian mini reviewnya. Semoga berbahagia.

Saturday, June 29, 2019

Hwang Yunseong Trainee Woollim di PRODUCEX101

Source pic: Youtube Mnet
Yunseong saat tampil di Tim Believer
Sudah nonton Producex101?
Setelah sukses dengan season-season sebelumnya, Mnet terus membuat inovasi untuk program survival pencarian bakat yang membentuk sebuah grup idol. Sebelumnya Mnet sukses dengan Produce 101 season 1 yang sukses mendebutkan IOI, dilanjut Produce 101 season 2 yang sukses mendebutkan WannaOne, dan yang baru saja berhasil debut adalah Iz*one dari Produce48. Meskipun konsepnya sama, namun pada tiap seasonnya MNET selalu memberikan inovasi baru. Jika di PRODUCE48, mnet bekerjasama dengan AKB48 dan sisternya dari Jepang. Maka di season ini, Mnet membuat terobosan baru dengan menyertakan X di judul programnya. X adalah trainee yang menjadi misteri yang juga akan ikut didebutkan.
Saat ini, Producex101 sudah mencapai episode 9. Pada episode itu diketahui trainee X adalah trainee yang telah tereliminasi pada episode sebelumnya namun dibangkitkan lagi. Dan trainee itu adalah Kim Donghyun dari Woollim Entertainment. Selamat Donghyuniee
Berbicara tentang Woollim Entertainment, ini kedua kalinya agensi ini mengirimkan traineenya ke acara survival. Sebelumnya di Produce 48, Woollim mengirimkan 4 traineenya dan dua di antaranya berhasil debut. Baca berita tentang itu di SINI. Pada season kali ini, tak tanggung-tanggung, Papi Jungyeop mengirimkan 6 anak asuhannya, yaitu Moon Junho, Hwang Yunseong, Joo Changwook, Kim Minseo, Kim Donghyun dan Cha Junho. Di antara ke enam member, aku paling suka dengan Hwang Yunseong.
Pertama kali lihat Yunseong saat ia tampil di tim EXO-MAMA. Seketika jatuh cinta dengan tariannya. Powerful dan soulnya dapet banget. Tapi pas lihat dia saat sehari-hari (bukan lagi ngedance), auranya beda ya. Dalam keseharian Yunseong senang memasang wajah poker face, dalam arti dia tipe orang yang irit ekspresi. Lempengan aja. Bahkan kadang ia suka memasang ekspresi wajah 'blank', kayak orang bloon gitu. Yunseong adalah tipe orang yang pemalu dan sedikit bicara.
Yunseong adalah trainee di woollim kurang lebih 1 tahun 1 bulan. Ia adalah anak-anak kelahiran 2000. Ya Allah, berasa tua saya. Sebelum bergabung diWoollim, Yunseong sempat berlatih dance di IB Music Academy. Nah, Kelompok tari ini sering tampil di acara festival musik untuk mengcover tarian dari boygrup. Salah satu tarian yang pernah dicover adalah BTS-Mic Drop. Jadi jangan heran kalau Hwang Yunseong punya cukup banyak fans di Korea. Karena predebutnya dia sudah sering tampil di mana-mana.
Menurut kabar yang beredar, Yunseong katanya tinggal di kawasan perumahan elit gitu. Di mana perumahan itu merupakan tempat tinggal dari banyak duta besar negara lain di Eropa. Sejak awal lihat Yunseong si aku menemukan vibe Chaewon di dalamnya, dalam arti sama-sama anak orang kaya. Lihat mereka itu kaya putra dan putri makhkota gitu lho, iya nggak si? Wah, anak-anak Woollim kaya-kaya ya.

Source pic: twitter, konten dari Mnet
Hwang Yunseong dan Kang Minhee saat bermain game

Di ProduceX101, Hwang Yunseong punya julukan couple dengan trainee lain. Pertama dengan Kang Minhee trainee dari Starship. Mereka dekat sejak beberapa video game yang menyatukan mereka jadi pasangan. Terus sampai chemistry mereka akhirnya keterusan dan jadilah mereka dekat. Sebutan untuk couple ini dari fans adalah HwangMini. Minhee memilih Yunseong sebagai TOP10 Visual pilihan trainee. Kata Minhee, Yunseong itu memang kadang sering pasang wajah 'blank', tapi kalau udah nari kelar idup loe. haha..maksudnya kalau sudah menari auranya Yunseong itu beda banget, manly nya dapat banget. Karismatik juga. Liat nggak fancam dia pas nari Believer, benar-benar wajahnya gak lempeng gaes. Ekspresinya dapat sekali. Seksi, Creepy, Manly. Kerenlah pokoknya, sampai-sampai fancamnya dia menjadi Top10 fancam trainee dengan penonton terbanyak. Dia juga mendapat poin tertinggi di Tim Believer, dan tertinggi kedua di Tim Dance secara keseluruhan.

Source pic: Youtube Mnet
Hwang Yunseong dan Keum Donghyun saat menunggu pengumuman hasil vote mereka

Couple kedua adalah dengan Keum Dong Hyun. Mereka mulai dekat saat sama-sama menjadi member di tim Believer. Chemistry mereka muncul saat mereka latihan bersama untuk menciptakan korea berpasangan. Bahkan setelah selesai penampilan, di mana pengumuman poin untuk tim, mereka berpegangan tangan cukup erat. Ah....Minhee panas. Keum Dong Hyun ini memang pinter banget nikung ya. Hahaha...saat  Keum Donghyun mengunjungi iklan subway ads nya, ia tak lupa mengunjungi subway ads para woollim boy. Di antara 6 foto yang terpajang di situ, hanya foto Yunseong yang ia sentuh. Ia berfoto di depan Subway ads itu sambil memegangi dagu Yunseong. Ah, Keum Donghyun, pegang dagu noona aja. Oh ya, Fans menyebut couple ini dengan sebutan HwangKeum.
Seperti itulah sedikit ulasan tentang Hwang Yunseong, semoga Yunseong tetap bertahan di ProduceX101 dan berhasil debut. Pengen liat dia nari di atas panggung dan jadi idol. Oh ya, Yunseong suka menyebut dirinya sendiri Petite Yunseong. Petite dalam bahasa inggris artinya kecil mungil. Karena memang wajah Yunseong itu kecil, kepalanya juga kecil. Kalau liat Yunseong bawaannya inget sama Yeoseob HIGHLIGHT yang sama-sama punya kepala kecil. Wajahnya juga hampir mirip, iya nggak si.

Tuesday, June 4, 2019

Pesan Untuk Para Pembaca Setia

Halo...
Para Pembaca setia, yang mungkin juga semakin lama semakin lupa dengan blog saya.
Ini adalah penulis amatir yang sering menyapa kalian dengan tulisan yang tidak bermanfaat. Mohon maaf saya sempat vakum beberapa lamanya, sehingga bukan salah kalian kalau lama-lama kalian bosan dan meninggalkan blog saya.
Jujur saat ini saya ada pada masa di mana saya merasa kehilangan semangat menulis. Saya tidak tahu kenapa? Mungkin urusan dunia nyata sudah cukup menyita fokus saya sehingga untuk menulispun tak ada waktu. Atau aku mulai bosan dengan menulis karena aku tak tahu apa yang harus aku tulis.
Jujur, memang aku kehilangan inspirasi. Tulisanku mulai hambar dan mulai gamang. Aku merasa tidak puas dengan tulisan-tulisanku akhir-akhir ini. Sehingga banyak tulisanku yang walaupun sudah dapat separuh jalan, akhirnya aku hapus.
Aku berusaha mencari inspirasi baru, namun aku belum menemukannya juga.
Jika kalian sempat mampir ke blog saya, dan ada tulisan yang kalian suka. Mohon berikan komentar di tulisan tersebut sebagai penyemangat saya. Karena jujur selama ini aku merasa tulisan-tulisanku tidak berguna.
Jika kalian juga sudah sering membaca tulisan saya, tolong berikan masukan untuk saya. Apa yang harus saya lakukan, atau kalian ingin aku menulis tentang apa? Mungkin dengan seperti ini aku akan mendapat pencerahan, dan setidaknya aku merasa tulisanku sedikit bermanfaat.
Untuk yang telah berkenan memberikan penyemangat dan idenya saya ucapkan terimakasih.
Kalian pasti tahu rasanya, bagi seorang penulis kehilangan passion menulisnya adalah sebuah kehampaan yang besar. Terimakasih untuk pembaca setia yang telah berkunjung. Semoga kita bertemu lagi pada tulisan-tulisan saya yang lebih berkualitas dan lebih bermanfaat.

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon Maaf Lahir dan Batin

With love,
Essie_Cafe Serba

Monday, April 8, 2019

Mak Eunbi dan Angle Chaewon (Woollimgirls di IZ*ONE)

Jujur sebelumnya aku belum pernah mengikuti program survival Korea. Rasanya kurang tertarik aja, sebab saya lebih suka melihat idol dalam bentuk yang sudah siap orbit. Kalau nonton dari perjalanan awal mereka, rasanya lama gitu. Tetapi berbeda ketika Produce48 hadir. Di situ aku mulai tertarik dengan programnya sebab ada Woollimgirls. Total ada 4 trainee Woollim yang ikut dalam acara itu Eunbi, Chaewon, Suyoon, Sohee.
Awalnya aku hanya mengikuti sekilas, dan menonton spoiler-spoiler penampilan mereka. Namun lama-kelamaan jadi penasaran. Karena takut kalau-kalau ada Woollimgirls yang tereliminasi.
Dari 4 gadis Woollim, 2 di antaranya berhasil debut dengan girlgrup hasil bentukan produce48 yang bernama IZ*ONE.
Pertama adalah Eunbi. Dia bias pertamaku di program ini. Dia cantik dan multitalented. Wajahnya akan mengingatkan kalian dengan Irene Red Velvet. Tetapi punya charm yang berbeda. Irene mempunyai charm seperti perempuan elegan nan dingin. Sementara Eunbi mempunyai charm seperti gadis ceria dan playfull. Eunbi bisa menari dengan sangat baik. Ketika dia tampil dalam tim "Sorry not Sorry" bersama dancer terbaik lainnya dari Produce48 yaitu Ahn Yujin, Go Yujin, Choi Yena dan Chaeyeon. Eunbi mendapatkan posisi pertama. Sebagai fans Eunbi saya bangga, karena 4 dancer lainnya juga menari dengan sangat bagus, tapi para voters justru terpukau pada Eunbi.
Selain itu Eunbi juga bisa menyanyi dengan stabil. Seperti yang sudah saya kupas pada penampilannya di produce48 yang membawakan lagu Rumor. Kalian bisa cek reviewnya di sini.
Yang lebih membuat salut adalah melihat perjalanan karir Eunbi. Eunbi memulai karirnya dari nol. Dia berawal dari menjadi backdancer beberapa penyanyi. Dia pernah menjadi backdancer Girlsday. Bahkan ketika bertemu dengan Hyeri Girlsday disebuah program acara, Hyeri mengingat wajah Eunbi.
Tak hanya berhenti sampai backdancer, Eunbi kemudian berhasil naik ke panggung menjadi bintang dengan debut bersama grupnya yang bernama Ye-A. Eunbi menggunakan nama panggung Kazoo. Sayang, karena kurang mendapatkan kepopularitasan akhirnya grup itu harus bubar. Eunbi memutuskan keluar dari agensi sebelumnya dan pindah ke Woollim Entertainment. Di sini Eunbi harus kembali menjalani kehidupan sebagai trainee. Eunbi juga sempat menjadi dancer perempuan untuk beberapa penampilan di konser INFINITE. Eunbi juga pernah menjadi backdancer dari penampilan Yein dan Jisoo yang menyanyikan lagu Babysoul. Di sini, akhirnya perjuangan Eunbi terbayarkan.
Di IZ*ONE, Eunbi mengemban amanat sebagai leader karena memang jiwa kepemimpinannya sudah jelas terlihat sejak episode awal produce48.
Lalu, sering berjalannya waktu, aku juga mulai mengidolakan Chaewon. Chaewon gadis yang lembut bak putri, menarik perhatianku. Walaupun kecantikan Chaewon tidak sepenuhnya memenuhi standar cantik orang Korea, tapi aku merasa ada pesona unik dari wajah Chaewon yang menjadikan wajahnya tidak bosan dipandang. Wajahnya kecil dan pesonanya memang benar-benar seperti putri makhkota. Ditambah lagi, Chaewon berasal dari keluarga yang kaya. Sempurna sudah hidupmu nak.
Awalnya Chaewon tidak terlalu 'ternotice' di program ini. Ia mendapatkan peringkat yang biasa-biasa saja. Bahkan dia tidak pernah masuk peringkat line debut. Namun, dari episode per episode posisinya merangkak naik sedikit demi sedikit. Meski begitu, entah mengapa sejak awal aku sudah yakin kalau Chaewon akan masuk line debut. Justru saat itu aku agak khawatir dengan Eunbi karena posisinya terus turun. Di episode final, Chaewon mendapatkan peringkat ke 10.
Di IZ*ONE, Chaewon banyak mendapatkan part menyanyi. Menurutku dia termasuk dalam line vokal selain Yuri dan Eunbi. Karena Chaewon juga sering mengambil posisi menyanyi yang sama dengan Yuri. Dimana, banyak highnote di situ. Saya senang melihat peningkatan kualitas vokal dari Chaewon. Dulu saat di produce48, Chaewon mendapat komentar yang cukup pedas dari Soyou-ssaem katanya Chaewon menyanyi seperti robot. Chaewon juga cukup bagus dalam menari. Terbukti dia sering ikut tampil dengan unit-unit IZ*ONE yang lain diberbagai kesempatan. Seperti saat IZ*ONE membawakan lagu Mirotic dari DBSK di sebuah program penghargaan musik. Chaewon bersama Eunbi, Yena, Chaeyeon dan Minjoo juga pernah mengcover lagu Rumor.
Sekarang gadis-gadis Woollim ini sudah debut bersama IZ*ONE. Ikutan seneng gaes

Wednesday, April 3, 2019

Comeback 'Termantul' Iz*one VIOLETTA

Girlgrup hasil bentukan PD48 ini melakukan comeback Korea pertama mereka. Sebelumnya, lagu debut Korea mereka yang berjudul "La Vie En Rose" mendapat kesuksesan besar dengan memecahkan rekor jumlah viewers terbanyak selama 24 jam untuk kategori lagu debut di Youtube. Mereka memecahkan rekor Straykids. Namun belakangan rekor Iz*one terpecah oleh girlgrup baru bentukan JYP yang bernama ITZY.
Sebelum comeback ini mereka terlebih dahulu melakukan debut di Jepang. Debut Jepang mereka juga terbilang sukses mengingat beberapa member Jepang mereka cukup terkenal. Lagu debut Jepang mereka berjudul "Suki to Iwasetai".
Kali ini mereka membawakan lagu Violetta. Vibe lagunya masih sama dengan lagu LVER. Manis dan cenderung melambangkan wanita yang dewasa. Jangan menyalah artikan dewasa dengan seksi ya. Karena penggambaran dewasa yang saya maksudkan di sini adalah wanita yang berpikir dewasa, anggun.
Beberapa part terdengar sangat "racun" karena mantul sekali. Part tersebut adalah part Chaewon dan part Eunbi di reff pertama. Ini bukan karena saya penggila Woollim Family ya. Tapi part mereka memang bagus. Kemudian part Yujin di reff kedua juga racun sekali.
Di sini membuat saya semakin bingung akan posisi vokalis mereka. Bagaimana urutan vokalis mereka yang sebenarnya. Main Vocal tentu saja Jo Yuri. Tetapi, posisi untuk 2nd Vocalis, 3rd Vocalis, dan seterusnya membuat saya bingung. Eunbi kah? Yujin kah? Chaewon kah? atau Chaeyeon? Bahkan dilagu ini Yena mendapatkan part menyanyi cukup banyak. Justru dia tidak mendapatkan part Rap. Part Rap diambil oleh Hyewon dan Minjoo, dan Rap nya Minjoo itu bagus. Semakin pusing saya dengan posisi mereka.
Di sini, style baju mereka sangat manis. Di dominasi dengan kemeja ruffle flowery, mini skirt yang agak ketat. Semua dengan kombinasi warna nude yang cantik. Jadi ingin pinjam baju mereka. Style rambut mereka juga sedikit mengalami perubahan untuk beberapa member. Wonyoung mengecat rambutnya dengan ombre purple. Chaewon dengan warna pink ombre orange. Minjoo mempunyai poni dan mengecat rambutnya dengan lebih terang. Sakura dengan blonde hairnya.
Dan yang termantul adalah dance on point mereka. Huwah..ini lebih mantul dari dance kembang kembang ala La Vie En Rose. Di sini baby Yujin juga menari di antara percikan air. Aduh, itu bayi kenapa badannya body goal sekali.
Jangan lupa tonton MV mereka, tidak akan menyesal👍


Wednesday, February 6, 2019

Hajin - We All Lie ( OST SKY CASTLE )

Masih belum bisa move on dari drama Sky Castle. Setelah kemarin saya membahas tentang salah satu cast nya, kali ini saya akan membahas tentang soundtracknya. Sebuah drama memang tidak lengkap rasanya jika tanpa background music (BGM). BGM ini justru yang membuat drama menjadi semakin tegang ketika alurnya tegang, semakin sedih ketika jalan ceritanya sedih dan semakin indah ketika jalan ceritanya berbunga - bunga. Karena itu pemilihan lagu yang tepat untuk dijadikan soundtrack dari sebuah drama sangatlah urgen bagi penata musik dalam tim drama tersebut. Musik yang dipilih harus memiliki keterkaitan dengan cerita baik dari segi lirik, instrumen dan lain - lain.
Dalam drama Sky Castle ini, salah satu yang menarik perhatian saya adalah lagu dari Hajin yang berjudul We All Lie. Memang dalam jajaran penyanyi pengisi soundtrack, nama Hajin masih jarang terdengar bagi saya. Namanya masih kalah dengan nama - nama sekelas Kim Tae Woo, Baek Jiyoung, Kassy, Taeyeon, Hyorin, Yeoeun, Ailee dan nama - nama lain yang sering mengisi soundtrack drama. Namun meski masih asing suara Hajin cukup kuat dan punya karakter yang khas. Menurut saya karakter suaranya sedikit mirip dengan suara Lim Kim, deep hushky.
Lagu ini seluruh liriknya berbahasa Inggris. Ini termasuk unik karena jarang ost drama Korea yang asli dari penyanyi Korea menggunakan lirik full berbahasa Inggris.
Liriknya memang sedikit, liriknya hanya diulang - ulang saja. Tapi menurutku maknanya dalam sekali sekaligus merepresentasikan alur cerita dari drama ini.
We all lie, tell you the truths
sometimes we laugh and easily lie
alright. It's a..It's faker
shout it out
what you want for the world
money, honor, beauty
everything you want
play with a mask to hide the truth
People cheat each other, right?
Is this really true?
Is this really true?
Is this really true?

Lirik di atas hanya diulang - ulang selama kurang lebih 3 kali. Liriknya pendek, tapi menurut saya mengena sekali, terutama bagian di mana hidup para tokoh dalam Sky Castle memang penuh dengan kepalsuan. Terus ambisi mereka akan hal - hal keduniaan seperti uang, jabatan dan kecantikan memang tergambar nyata di lirik lagu ini.
Instrumen musiknya juga menyayat sekali. Seolah menggambarkan keputusasaan akan semua kepalsuan yang mengelilingi mereka dan yang mereka lakukan.

Tuesday, February 5, 2019

Cast Sky Castle Kim Bora dan SF9 Chani

Kali ini saya berpindah haluan ke drama dulu. Tapi tetap tidak melenceng dari yang berbau idol. Karena sebenarnya mereka juga ada hubungannya dengan Idol.
Sky Castle adalah drama bergenre keluarga yang tayang di TV kabel Korea. Berkat ceritanya yang menarik, drama ini meraih rating tinggi hingga 20an persen. Rating ini merupakan rating tertinggi sepanjang sejarah pertelevisian Korea untuk TV kabel. Karena biasanya memang TV kabel sulit meraih perhatian penonton antara 1 - 10 persen saja. Padahal drama - drama TV kabel banyak yang menarik dan anti mainstream. TV kabel seperti TVN dan JTBC sering menyuguhkan drama yang bagus.
Berkat dramanya yang happening, nama para pemainnya juga ikut melambung. Bahkan untuk reputasi brand aktor dan aktris Korea bulan lalu nama Kim Bora berada diurutan teratas melampaui nama - nama besar seperti Song Hye Kyo, sementara Chani SF9 berada pada urutan 9. Wow, bayangkan bagaimana besarnya popularitas mereka sekarang.
Para pemain Sky Castle Kid (anak - anaknya) banyak mendapat tawaran untuk menjadi bintang tamu di berbagai program televisi dan radio. Banyak pula artis Korea yang terkena virus Sky Castle. Beberapa ada yang memparodikannya. Ada juga yang mengungkapkan rasa penasarannya akan jalan cerita drama ini melalui media sosial. Keren. Demam Sky Castle melanda semua kalangan.
Sekarang mari kita bahas pemain yang reputasinya sedang menanjak. Kim Bora. Aktris kelahiran tahun 1995 ini memerankan karakter anak SMA yang tangguh. Meski umurnya bukan lagi termasuk golongan remaja tapi wajahnya yang imut membuat dia masih cocok menggunakan seragam sekolah. Awal melihat wajahnya, aku merasa begitu familiar. Sudah sering ku lihat tapi di mana? Aku mencoba membuka memoriku. Akhirnya aku ingat. Aku sering melihat dia dipostingan instagram Kim Sae Ron yang juga merupakan salah satu aktris muda Korea. Kim Sae Ron sering memposting foto - foto kebersamaannya dengan Kim Bora dan Akdong Musician Suhyun. Entah itu foto liburan, foto hang out ke cafe dan sebagainya.
Dulu waktu lihat postingannya dalam hati bertanya - tanya, "kok Sae Ron deket sama Bora si? padahal kan umurnya beda jauh?" Fyi, Kim Sae Ron kelahiran tahun 2000. Itu artinya mereka berdua mempunyai selisih umur 5 tahun, tetapi mereka bisa akrab. Kalau dengan Suhyun mungkin selisih 1 atau 2 tahun saja.
Lalu aku coba mencari kemungkinan jawaban sendiri. Mungkinkah mereka satu agensi? Kim Sae Ron jelas satu agensi dengan Suhyun yaitu sama - sama artis YG entertainment. Setelah kontrak Sae Ron habis dengan Fantagio, dia memutuskan pindah agensi. Namun untuk agensi Kim Bora aku belum tahu pasti. Aku sudah mencoba browsing diinternet untuk mencari konfirmasi tapi aku tidak menemukannya.
Sky Castle menjadi batu loncatan untuk karir Kim Bora. Meskipun sebelumnya dia sudah pernah berperan dalam beberapa drama, sayangnya dia belum mendapatkan banyak popularitas. Sky Castle ini menjadi jawaban untuk perjuangannya. Wah, aku turut senang.
Kita berpindah ke dedek gemes Kang Chan Hee atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Chani SF9. Mungkin sebelum pernah sedikit aku bahas tentang masalalu Chani dalam artikel - artikel review MV SF9 yang aku tulis.
Chani sebelumnya aktor cilik yang cukup populer. Dia sudah banyak membintangi drama Korea sebagai pemain anak - anak atau versi anak dari pemain utama. Menginjak remaja dia mempunyai mimpi lain yaitu menjadi idol. Dia masuk agensi FNC entertainment dan menjadi trainee, sampai akhirnya dia bisa debut bersama rekan segrupnya dengan nama SF9. Chani berposisi sebagai dancer. Awalnya aku ragu akan kemampuan dance Chani. Tapi ternyata dia memang mempunyai bakat dalam hal ini.
Berkecimpung dalam dunia idol tak membuat karir akting Chani berhenti. Beberapa kali Chani juga menjadi pemain dalam sebuah drama meskipun dia sibuk sebagai penyanyi. Dia pernah menjadi pemain web drama bersama rekan segrupnya dan menjadi lawan main Mina AOA. Sebelum Sky Castle sepertinya dia juga pernah bermain film. Sampai akhirnya dia menjadi pemain di drama yang terkenal ini.
Fyi, Chani juga teman dari Kim Sae Ron sejak kecil. Mereka sangat akrab karena mereka sering bermain dalam satu drama. Dan secara kebetulan pula Kim Bora adalah teman Kim Sae Ron. Sementara di drama ini Kim Bora dipasangkan dengan Chani.
Sama seperti Kim Sae Ron, Chani juga kelahiran 2000. Namun perbedaan usia 5 tahun dengan Kim Bora tidak terlihat di drama ini. Mereka justru terlihat seperti seumuran. Ditambah dengan muka Chani yang mempunyai aura kalem dan dewasa.
Di drama ini Chani dan Bora melakukan adegan kissing. Eits, kalian jangan kaget. Ini bukan pertama kalinya buat mereka. Bora sudah pernah melakukan kissing scene pada drama sebelumnya. Sementara Chani sudah pernah melakukan adegan kissing saat dia bermain drama Queen Classroom bersama Kim Hyanggi. Kalau tidak salah umur Chani saat itu adalah 12 tahun. Eotteoke???
Sekian dulu pembahasan dari saya, semoga bermanfaat.

Sunday, February 3, 2019

Mini Review MV CLC NO


Source Pic: K2nblog.com
Lama CLC tak melakukan comeback setelah lagu Black Dress. Beberapa lalu sempat terdengar isu hangat tentang CLC yang berkaitan dengan IZ*ONE. Di mana lagu La Vie En Rose (reviewnya bisa dicek disini) yang dinyanyikan IZ*ONE ternyata sebelumnya pernah diberikan kepada CLC. Sedihnya lagi mereka sudah menyelesaikan proses rekaman dan kemungkinan besar lagu ini seharusnya menjadi lagu comeback mereka setelah lagu Black Dress. Sungguh disayangkan, di mana lagu La Vie En Rose ini ternyata sangat bagus. Tentunya fans sangat kecewa. Kalau tidak salah sempat terjadi gesrekan antara fans IZ*ONE dan fans CLC saat itu. Tapi semuanya akhirnya mereda. Karena mereka menyadari bahwa sebenarnya kesalahan bukan terletak pada artisnya. Mereka hanya mengikuti atasan, ketika diberi lagu ini ya ikut. Adapun lagu itu kok bisa sampai berpindah tangan ke artis lain ya mereka tidak dalam kekuasaan itu. Yeeun juga mengatakan kalau lagu La Vie En Rose memang bagus tetapi CLC sudah menemukan lagu yang cocok untuk comeback mereka kali ini yaitu lagu NO.
CLC adalah salah satu girlgrup yang aku pantau perkembangannya. Dulu mereka mengusung konsep youthful, cheerful and fresh ala - ala gadis imut dan ceria. Namun semenjak lagu Hobgoblin mereka mengusung konsep girlcrush bahkan sampai badas. Hobgoblin termasuk perubahan CLC yang paling mengejutkan. Makin ke sini, sepertinya CLC memang nyaman dengan konsep demikian.
Dalam comeback kali ini masing - masing member benar - benar kelihatan on fire. Yujin yang mengubah style rambutnya dengan berponi terlihat cute dan seksi sekaligus. Tapi yang paling menonjol adalah Seungyeon dan Yeeun. Yeeun mengubah warna rambutnya menjadi blonde, ditambah dengan gaya make up yang berubah membuat Yeeun terlihat luar biasa. Skill Rappnya juga meningkatan. Kecepatan dan kerapatan katanya benar - benar ciamik. Adapun Seungyeon semenjak lagu Black Dress dia sering mengunggah video dance practicenya di instagram. Kadang dia menari sendiri, kadang ditemani oleh Yujin yang sama - sama berposisi sebagai dancer di CLC. Dari unggahan video itu kita bisa tahu kalau skill dance Seungyeon tak kalah hebat dari Main Dancer Girlgrup lain. Menurutku yang paling on fire adalah video dance practicenya dia bersama para dancer Cube Entertainment ketika menarikan lagu Taki - Taki. Di lagu ini pun dia menari dengan begitu hebat. Tapi sejujurnya aku agak risih karena semenjak Hobgoblin, Seungyeon mendapatkan outfit yang sangat seksi dan cenderung terbuka. Aku khawatir saja kalau - kalau Seungyeon merasa tidak nyaman.
Lagu ini intinya bercerita tentang perempuan yang ingin tampil apa adanya dihadapan laki - laki yang dia suka. Dia ingin bersinar dengan caranya sendiri tak perlu ikut - ikutan seperti gadis yang lain. Dia ingin si pria mengenali dia dengan tulus bukan dari fisiknya. Makanya ada lirik Red lips No, Ear rings No, High heels No. Nah, itu menunjukkan kalau dia tidak mau menggunakan lambang - lambang kewanitaan itu. Dia lebih suka tampil biasa tapi tetap terlihat luar biasa.
Segitu dulu mini reviewnya. Semoga CLC semakin sukses dan berharap mereka mendapatkan first win karena mengingat girlgrup seangkatannya banyak yang sudah mendapatkan first win. Mereka girlgrup dengan bakat yang luar biasa. Seharusnya mereka bisa mendapatkan hasil yang lebih dari ini.